Perjuangan Mahasiswa Indonesia Di Luar Negeri Ini Bikin Terharu

Kisah para anak magang Indonesia di Luar Negeri

Melanjutkan pendidikan tinggi di luar negeri merupakan impian banyak orang. Namun tidak semua orang beruntung bisa mendapatkan kesempatan tersebut. Persyaratan yang terbilang sulit dan tingginya biaya menjadi faktor utama mengapa kuliah di luar negeri begitu sulit. Belum lagi masalah perbedaan antara budaya lokal dengan budaya di tanah air yang kerap menjadi faktor tambahan bagi  para mahasiswa.

Kuliah sambil Magang di Luar Negeri
Kuliah sambil Magang di Luar Negeri

Oleh karena itu, banyak yang mendaftarkan untuk ikut program beasiswa kuliah di luar negeri. Dengan begitu maka masalah tinggi nya biaya pendidikan bisa sedikit teratasi. Seperti yang kita semua ketahui, dengan mendapatkan beasiswa, maka biaya kuliah kita ditanggung (separuh atau sepenuhnya) oleh pihak pemberi beasiswa. Namun ternyata hal tersebut juga belum menyelesaikan masalah sepenuhnya.

Realistis saja, kita tentu membutuhkan uang untuk hidup sehari-hari. Berada di luar negeri untuk kuliah bukan berarti kita tidak menjalankan kehidupan selain kuliah bukan? Karena itulah biaya hidup kembali menjadi permasalahan bagi para penerima beasiswa kuliah di luar negeri. Sebab terkadang ada juga pihak pemberi beasiswa yang tidak menanggung biaya hidup mahasiswa di sana.

Kesulitan Dana Saat Kuliah di Luar Negeri? Magang Solusinya!

Magang merupakan istilah yang sangat lumrah bagi para mahasiswa di luar negeri. Tingginya biaya pendidikan di sana membuat para mahasiswa di kampus luar negeri mau tidak mau harus mencari tambahan uang. Maka dari itu mayoritas mahasiswa melakukan pekerjaan magang. Magang itu sendiri banyak jenisnya tergantung dari perusahaan yang membuka lowongan kerja magang tersebut.

Magang untuk menambah penghasilan mahasiswa
Magang untuk menambah penghasilan mahasiswa

Pekerjaan magang ini sendiri jika ditelaah saling menguntungkan baik bagi mahasiswa maupun perusahaan itu sendiri. Keadaan saling menguntungkan itu dikarenakan perusahaan bisa mendapat tenaga kerja murah (meskipun belum profesional). Dan bagi mahasiswa nya sendiri, pekerjaan magang juga selain bisa menambah penghasilan (meskipun gaji rendah) juga bisa menambah pengalaman kerja mereka.

Dan budaya semacam ini merupakan hal yang wajar bagi mahasiswa luar negeri sana. Tidak seperti di sini yang masih kebanyakan mahasiswanya merasa malu jika melakukan pekerjaan magang. Ada yang merasa malu jika bertemu teman kuliah di kedai kopi tempat mereka bekerja. Atau mungkin malu saat melayani pelanggan di restoran tempat kita kerja magang, yang ternyata pelanggan tersebut adalah teman kuliah kita.

Kisah Para Mahasiswa Indonesia Yang Magang di Perusahaan Internasional

Pola pikir seperti di atas tadi tentu harus sedikit dikurangi. Sebab jika terus menerus seperti itu, maka kualitas SDM tanah air pun akan semakin jauh dengan mahasiswa lulusan luar negeri. Dan berikut adalah sedikit kisah tentang mahasiswa asal Indonesia yang sempat bekerja di perusahaan internasional. Berikut adalah daftarnya:

Kisah para anak magang Indonesia di Luar Negeri
Kisah para anak magang Indonesia di Luar Negeri
  • Tri Ahmad, Mahasiswa UI, magang di Twitter
    Masyarakat Indonesia sempat merasakan betapa serunya bermain sosial media Twitter. Lalu bagaimana rasanya dengan yang dialami Tri Ahmad yang bisa diterima magang di markas twitter.
  • Sukma Dewi, Mahasiswi Unbraw, magang jadi petani di California
    Jangan sepelekan pekerjaan sebagai seorang petani. Sebab mahasiswi lulusan Universitas Brawijaya yang magang di bidang pertanian tersebut ternyata bisa menabung Rp10-11/per bulan dari gaji hasil magang.
  • Ayu Andriaty, Mahasiswi ITB, liburan sambil magang di Jepang
    Menghabiskan liburan dengan bersenang-senang tidak berlaku bagi Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), Ayu Andriaty. Pasalnya gadis tersebut justru lebih memilih untuk ikut student internship di University of Tokyo, Jepang.
  • Vienda dan Anghika, Mahasiswa ITB yang magang di Microsoft, Singapura
    Seain Twitter, Microsoft juga tidak kalah untuk urusan internship.Adalah sosok mahasiswa ITB, Vienda Fadilla Fahmy dan Tubagus Andhika Nugraha yang kini berstatus sebagai karyawan magang di Microsoft Academy for College Hire (MACH), Singapura.