Mau Lulus Tes TOEFL? Ikuti Tips dan Strategi Ini!

Mempersiapkan diri untuk tes TOEFL

Untuk bisa melanjutkan kuliah di luar negeri tentu membutuhkan sejumah persyaratan. Persyaratan tersebut antara lain persyaratan umum dan persyaratan administrasi. Selain itu, ada satu persyaratan yang juga dibutuhkan untuk bisa mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri. Persyaratan tersebut adalah para pelamar diharuskan untuk memiliki dan menyertakan setifikat TOEFL.

Mengajukan beasiswa di luar negeri harus memiliki sertifikat TOEFL
Mengajukan beasiswa di luar negeri harus memiliki sertifikat TOEFL

Apakah sebenarnya sertifikt TOEFL itu? Sebenarnya TOEFL merupakan sebuah program penyerataan yang menjadi indikator penilaian kemampuan berbahasa Inggris seseorang. Dengan kata lain sertifikat TOEFL merupakan sebuah tanda bahwa seseorang telah dinyatakan mampu untuk berbahasa Inggris dengan baik dan benar sebagai salah satu persyaratan untuk kuliah di luar negeri.

Sertifikat TOEFL bisa kita peroleh dengan mengikuti program tes TOEFL yang memang banyak dibuka oleh lembaga pendidikan di tanah air. Dengan begitu, maka salah satu syarat untuk mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri telah dapat kita penuhi. Tidak hanya itu, TOEFL juga berguna untuk melamar pekerjaan baik itu di perusahan dalam maupun luar negeri.

Ini Dia Cara Jitu Lulus Tes TOEFL

Tes TOEFL kerap menjadi momok bagi sebagian orang. Ini disebabkan karena selain membutuhkan kecerdasan intelegensi yang tinggi, kecerdasan emosional juga sangat berpengaruh. Sebab dalam soal tes TOEFL banyak sekali terdapat jawaban yang hampir identik sehingga bisa mengecoh. Jika seseorang tidak cukup teliti dan sabar maka sulit untuk lulus dari tes ini.

TOEFL merupakan salah satu syarat wajib untuk para penerima beasiswa
TOEFL merupakan salah satu syarat wajib untuk para penerima beasiswa

Karena sulit, maka dari itu banyak sekali yang melakukan persiapan tes TOEFL seperti sedang mempersiapkan UN. Belajar, latihan soal, belajar lagi, latihan soal lagi terus begitu sampai bosan. Padahal sebenarnya tidak harus seperti itu. Kita bisa mencoba untuk belajar bahasa inggris yang menyenangkan. Biasa kan untuk melakukan sesuatu yang ingin kita pelajari.

Misalkan ingin bisa bicara bahasa inggris, coba untuk bicara dengan bahasa inggris. Ingin bisa membaca, ya lakukan dengan membaca buku bahasa inggris. Ingin memperbaiki kemampuan listening, sering-sering mendengarkan lagu atau nonton film yang berbahasa inggris. Semua hanya perlu latihan dan dibiasakan saja agar tidak terasa seperti sedang belajar.

Selain itu, jika perhatian kita terlalu fokus kepada belajar, belajar dan belajar, maka biasanya kita akan melewatkan hal kecil. Misalnya saja, kita lupa untuk membawa alat tulis, lupa membawa kartu ujian dan masih banyak lagi. Atau malah karena bingung memilih antara dua jawaban, jadi waktu terbuang habis untuk satu nomor tersebut. Jadi intinya, coba lah belajar dengan latihan, dan bukan dengan menghafal.

Mengapa Harus Punya Sertifikat TOEFL?

Mempersiapkan diri untuk tes TOEFL
Mempersiapkan diri untuk tes TOEFL

Banyak sekali yang bertanya mengapa seseorang yang mau belajar di luar negeri harus memiliki sertifikat TOEFL. Apakah tidak cukup dengan melihat laporan nilai akademis yang juga disertakan dari sekolah/kampus? Atau kalau pun belum cukup, mengapa tidak di tes langsung saja oleh pihak penyelenggara beasiswa? Sebenarnya ini merupakan hal yang sangat lucu untuk dibantah.

Yang pertama, yaitu tentu saja karena memiliki kemampuan merupakan syarat wajib. Bayangkan sepintar apapun kita dalam subjek matematika dan sains. Jika tidak memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, bagaimana kita bisa menjalani kehidupan di negeri orang sana? Yang kedua, tentu saja karena tidak semua sekolah/kampus memiliki indikator penilaian yang sama, sehingga harus ditempuh ujian yang setara yakni TOEFL.

Yang terakhir adalah, tentu saja itu semua terserah pihak penyelenggara beasiswa. Logika saja, kita sudah untung bisa dibiayai untuk meneruskan pendidikan yang notabene biayanya tidak sedikit. Lalu minta si penyedia program beasiswa untuk mengetes calon penerima beasiswa satu persatu. Well, itu tidak tau diri namanya, sudah dikasih hati, minta jantung.